Membuat Paspor Ternyata Mudah

Tiap harus berhubungan dengan birokrasi yang terbayang itu antrian tidak jelas, lama, petugas jutek, calo, dan biaya siluman. Itu dulu.

Sekarang terasa perubahannya ke arah lebih baik. Mulai dari pembayaran pajak kendaraan bermotor, perpanjangan SIM, pembuatan Kartu Keluarga, dan pembuatan KTP-el.

Terakhir ini, saya memiliki pengalaman terbaik berurusan dengan birokrasi ketika membuat paspor untuk istri saya.

Booking antrian

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat paspor adalah booking antrian yang harus dilakukan secara online.

Tidak bisa ujug-ujug mendatangi kantor imigrasi. Harus membuat janji dulu. Tentukan dulu kapan dan dimana pembuatan paspor akan dilakukan.

Mudah kok. Tinggal membuat akun di https://antrian.imigrasi.go.id/ atau unduh aplikasi Layanan Paspor Online di Google Play Store.

Masukkan identitas diri. Lalu pilih tanggal, jam (pagi atau siang), dan lokasi kantor imigrasi yang akan didatangi.

Jumlah pembuat paspor dibatasi. Mulailah mencari tanggal booking antrian tiap minggu sore atau senin agar tidak kehabisan kuota pembuatan paspor.

Untuk pemilihan lokasi kantor imigrasi bisa bebas. Saya berdomisili di Tangerang Selatan, membuat paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Satu akun booking antrian bisa untuk beberapa orang dalam satu Kartu Keluarga. Jadi tidak perlu tiap anggota keluarga membuat akun booking antrian.

Setelah semua selesai, akan mendapatkan QR code. Screenshot QR code tersebut yang nanti harus ditunjukkan ke petugas di kantor imigrasi. Sebenarnya tidak di screenshot juga tidak apa-apa. Saya hanya berjaga-jaga siapa tahu tidak mendapat jaringan internet disana. Kode tersebut sih tetap tersimpan di akun booking antrian.

Persiapkan persyaratan

Minimal ada 3 persyaratan yang harus dibawa:

  1. KTP-el.
  2. Kartu Keluarga
  3. Buku nikah atau ijazah atau akte lahir (pilih salah satu)

Ketiga persyaratan difotokopi dengan kertas A4. Jangan dipotong ya. Biarkan kertas fotokopi KTP-el apa adanya. Begitu juga yang lain.

Klip berkas yang asli sendiri dan yang fotokopi sendiri supaya rapi.

Tidak perlu membeli map di tempat fotokopi seperti saya karena di kantor imigrasi akan diberikan map gratis.

Walau hanya disyaratkan 3 berkas, saya membawa 4 berkas untuk berjaga-jaga; KTP-el, Kartu Keluarga, Buku nikah, dan ijazah.

Semua sudah ada? Sip, tinggal cus ke kantor imigrasi di hari-H.

Datang ke kantor imigrasi

Kalau kalian membuat paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan seperti saya, lokasi lantai untuk pembuatan paspor ada di lantai 2. Tunjukkan QR code ke petugas, kemudian nanti akan diberikan nomor antrian, map dan formulir. Tinggal tunggu dipanggil deh.

Berdasarkan informasi A1 dari istri saya, soalnya kan istri yang membuat paspor, akan ditanya hal-hal umum oleh petugas sambil mereka memeriksa kelengkapan berkas. Tidak usah grogi.

Kalau berkas oke, langsung difoto. Setelah itu mendapatkan kertas yang berisi informasi untuk pembayaran dan pengambilan paspor. Simpan.

Kantor imigrasi ini sangat nyaman. Terasa seperti di bank. AC dingin, tempat untuk menulis formulir lengkap alat tulisnya, banyak tempat duduk, dan disediakan dispenser minum.

Parkir mobil sedikit. Jadi pintar-pintar memilih waktu berkunjung. Kalau saya berkunjung menjelang jam istirahat siang bisa mendapat parkir.

Petugas parkir disini wajib diacungi DUA JEMPOL! Jadi ceritanya, ketika akan pulang, saya mau memberikan uang. Ditolak oleh petugas dengan jawaban, “Terima kasih pak, sudah baik dengan mau memberikan uang, tapi parkir disini gratis”, sambil menunjukkan tulisan di pakaian yang mereka gunakan. Anjrit!

Bayar lewat ATM atau teller bank

Banyak bank yang bisa untuk membayar paspor. Saya membayar lewat ATM BCA. Simpan struk dan klip jadi satu dengan kertas yang didapat dari petugas imigrasi.

Istri saya membuat paspor biasa 48 halaman Rp355.000. Inginnya membuat e-paspor Rp655.000 tapi blanko ini kosong dimana-mana. Padahal biar suatu hari nanti kalau ke Jepang tidak ribet mengurus visa. Ape mo dikate.

Pengambilan paspor

Tiga hari kerja setelah pembayaran, paspor selesai. Untuk pastinya, kalau pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan bisa memanfaatkan fasilitas Whatsapp Gateway Service (WAGS).

Tinggal masukkan nomor yang ada di kertas dari petugas imigrasi lewat Whatsapp, otomatis akan diketahui status paspor. Keren!

Lalu, tinggal ambil deh paspornya. Bawa struk pembayaran dan kertas dari petugas imigrasi.

Selesai.

Tidak mengira pelayanan birokrasi di Indonesia bisa keren seperti ini.

6 Comments

Add Yours →

Kalau pengalaman istri saya, dia mendapatkan petugas yang dingin. Dia sebenarnya pengen minta ke petugas agar difoto yang bagus ketika difoto. Tapi pas ditanya-tanya jawabannya datar-datar saja, akhirnya mengurungkan niat.

Enak juga sih ya kalau dapat petugas yang supel.

Leave a Reply