Fedora 29: Hindari!

Ini bukan judul nyeleneh. Ini bukan seperti papan pengumuman yang bertuliskan “jangan lihat ke kiri”, padahal maksudnya ingin membuat orang malah melihat ke kiri. Ini bukan teknik psikologi.

Saya familiar dengan keluarga Debian/Ubuntu. Dan sepertinya banyak yang menggunakan Debian/Ubuntu. Buktinya, mudah mendapatkan tulisan berkaitan distro ini.

Awalnya ingin mencari bahan ngeblog. Dapatlah Fedora 29 yang masih mendukung sistem 32 bit. Dan ada pilihan destop enviroment (DE) LXQt. Kalau googling, tulisan Fedora tidak sebanyak Debian/Ubuntu.

Saya mempunyai ekspektasi yang sama antara Fedora dibanding Debian/Ubuntu. Ringan dan gegas. Karena sama-sama menggunakan LXQt.

Ternyata saya salah.

Instalasi membingungkan.

Saya sudah sering gonta-ganti distro Linux. Jadi sudah terbiasa. Tapi ketika memasang Fedora, membingungkan.

Tidak ada tahapan-tahapan jelas seperti Debian/Ubuntu. Jadi harus diklik prosesnya. Dan yang mengerikannya, dibagian partisi harddisk.

Kalau harddisk masih kosong sih tidak masalah. Tapi kalau ada data yang tersimpan, mengerikan.

Sangat lambat!

Selesai dipasang, hal yang pertama dilakukan adalah memperbarui aplikasi.

Prosesnya lama sekali. Tadinya saya maklum karena banyak sekali yang harus diperbarui. Saya tunggu sampai tuntas.

Lalu lanjut menjelajahi fungsi-fungsi Fedora 29. OMG! Lambat banget. Bahkan terasa lebih lambat bila dibanding KDE sekalipun.

Sangking lambatnya sampai saat itu langsung balik lagi menggunakan SparkyLinux.

Kesimpulan.

Distro yang jelek. Bahkan saya malas menggunakan kata “tidak bagus” untuk memperhalus makna.


Leave a Reply