Berobat Telinga Di RSU Pesanggrahan

Istri saya mempunyai “penyakit rutin” yang berhubungan dengan telinga. Sudah tiga kali ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit di bagian telinga.

Dua kali ke rumah sakit swasta. Dan yang terbaru, ke rumah sakit pemerintah. Terakhir berobat di rumah sakit swasta menghabiskan biaya sekitar Rp600.000. Makanya istri emoh berobat ke rumah sakit lagi karena was-was dengan biayanya.

Dia mengontak teman kuliah farmasi dulu. Disarankan menggunakan Otopain dan H2O2. Keliling beberapa apotek, obat yang bisa ditemukan hanya Otopain (Rp86.000). Langsung dipakai dan… telinga masih sakit. Oke, harus ke rumah sakit.

Tapi berobat kemana? Yang tidak mahal pastinya.

Puskesmas lah. Kalau mau layanan kesehatan yang terjangkau, ya ke tempat ini.

Besoknya cus ke puskesmas. Tapi ternyata puskesmas yang dikunjungi tidak ada dokter THT. Saya tidak tahu apakah semua puskesmas memang tidak memiliki dokter THT.

Lalu kepikiran ke layanan kesehatan pemerintah yang levelnya lebih tinggi, yaitu Rumah Sakit Umum/Daerah (RSU/D). Sempat googling, di RSU Pesanggrahan memiliki klinik THT.

Sampai disana, ternyata kuota untuk berobat THT sudah habis. Disarankan untuk mengatur jadwal untuk berobat besok. Dan beginilah pengalamannya.

Pengalaman berobat telinga di RSU Pesanggrahan.

Di RSU ini, ada kuota pasien per dokter. Kalau kuota belum penuh, bisa langsung berobat ketika datang ke rumah sakit. Yang kami alami, baru bisa berobat ke klinik THT besoknya.

Caranya, datang ke meja satpam untuk mendapatkan nomor antrian bagian administrasi.

Di bagian administrasi membuat jadwal berobat dan dicatat identitas. Tidak ada biaya pendaftaran.

Besoknya datang lagi ke rumah sakit. Ke meja satpam dulu untuk mendapatkan nomor antrian bagian administrasi.

Di bagian administrasi akan mendapatkan nomor antrian klinik THT. Lalu membayar dulu biaya konsultasi dokter. Tapi bayarnya di kasir.

Langsung ke kasir. Membayar Rp30.000. Kemudian cus ke klinik THT di lantai 2.

Sekitar jam 11.30 giliran istri saya yang diobati. Sekitar 15-20 menit kemudian istri keluar ruangan. Saya kepo dengan tagihannya. Ternyata hanya Rp90.000 untuk tindakan medis dan Rp10.000 untuk obat.

Sebenarnya ada obat-obat lain yang dibutuhkan tapi tidak dibeli di apotek RSU Pesanggrahan. Otopain sudah punya. H2O2 tidak tersedia di apotek RSU Pesanggrahan.

Lega rasanya.

Poin-poin yang harus diperhatikan ketika berobat di layanan kesehatan pemerintah/daerah.

Sabar. Pasien banyak, petugas sedikit, otomatis antriannya panjang. Sambil nunggu bisa nongkrong di tempat jajanan atau siapkan powerbank kalau mau memainkan gawai.

Jangan mengeluh. Ingat, nilai layanan kesehatan ini, melebihi biaya yang dikeluarkan. Serius. Kalau membandingkan uang yang dikeluarkan ketika berobat di rumah sakit swasta dengan pemerintah, rasanya bakal bersyukur.

Empati. Pas menunggu, saya melihat beberapa kejadian yang membuat mengelus dada. Ada bapak tua yang mengaku berumur 70-an tahun yang marah ke bagian administrasi yang ditolak petugas karena yang bersangkutan minta didahulukan.

Serba salah. Andai petugas mendahulukan si bapak, berarti tidak kasihan dengan pasien lain. Padahal kan ini rumah sakit, yang datang ke sini semuanya sakit. Beda kan kalau di KRL. Bolehlah diistimewakan. Si bapak juga kasihan sih kalau harus menunggu lama. Kalau sama-sama mencoba mengerti sih tidak ada keributan seperti ini.

Lalu ada pasien yang memperlakukan petugas apoteker dengan tidak respect. Tidak dari perkataan kasar, tapi geraknya. Sepertinya dia curiga dengan alasan apoteker yang memberi tahu kalau obatnya tidak ada. Mungkin karena ada berita perlakuan tidak adil buat pengguna BPJS.

Istri saya berobat tidak menggunakan BPJS. Obat (H2O2) untuk istri juga tidak tersedia di apotek itu. Dan saya sudah membuktikan, obat tersebut memang susah dicari. Untungnya dokter THT memberitahu tempat membeli H2O2 walau harganya mahal.

Kesimpulan.

Kami pasti bakal berobat ke RSU Pesanggrahan lagi untuk berobat. Dekat rumah. Biaya terjangkau. Staf ramah. Dokter (THT) oke, terbukti telinga istri sembuh.

2 Comments

Add Yours →

gimana mas setelah berbobat di RSU? apakah istri sudah mendingan atau sembuh.

saya kalau berobat ke rsud, dan ga pernah pakai pbjs soalnya antriannya berbeda dan saya malas ngantri

Sembuh dong. Sakit telinga biasa. Tindakan medisnya sama dengan 2 dokter di RS swasta sebelumnya. Tapi dengan biaya yang berbeda jauh.

Kalau antrian di RSU Pesanggrahan tidak ada pembedaan. Lumayan tuh kalau ada antrian non-bpjs. Yakin lebih cepat.

Leave a Reply